Jumat, 21 Februari 2014

Kawasaki Tanggapi Keluhan Soal Bajaj Pulsar

Bengkel resmi Kawasaki di daerah Mampang Prapatan, Jakarta.
Bengkel resmi Kawasaki di daerah Mampang Prapatan, Jakarta. (sumber: Shesar Andriawan/Beritasatu.com)
Bandung - Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengakui bahwa produk kerja sama mereka dengan produsen asal India, Bajaj, sempat kesulitan untuk melakukan servis di bengkel-bengkel resmi KMI.
KMI dan Bajaj bekerja sama membuat produk Pulsar 200NS sejak tahun ini, dan para pemilik model inilah yang mengeluh seing ditolak bengkel-bengkel resmi Kawasaki.
Menanggapi hal itu, KMI menjelaskan bahwa penolakan itu bukanlah kesengajaan dan sekarang sudah tidak ada lagi penolakan.
"Untuk servis pertama diperlukan pergantian filter oli. Penyebabnya adalah kami kekurangan stok filter oli untuk motor dimaksud," kata asisten manajer marketing Dewi Septianti kepada wartawan di Bandung, Sabtu (7/2).
"Sekarang, persediaan filter oli sudah datang, jadi tidak akan ada penolakan lagi."
Namun Dewi mengingatkan layanan servis KMI hanya untuk Pulsar 200NS.
"Untuk model-model Pulsar yang lain, yang sepenuhnya produksi Bajaj, kami tidak menerima. Kami tidak bertanggung jawab atas motor yang diproduksi Bajaj," jelas Dewi.
Kontribusi Kawasaki pada Pulsar 200NS bukanlah pada mesin atau sistem kelistrikan, kata seorang staf KMI lainnya ketika ditemui Beritasatu.com.
"Kawasaki terjun misalnya dalam sambungan-sambungan rangka, pengelasan, dan finishing," kata Sucipto, staf riset dan pengembangan KMI.
"Kerja sama dengan Bajaj di Indonesia merupakan kesepakatan yang diraih kantor pusat masing-masing, yaitu Kawasaki Heavy Industries di Jepang dengan Bajaj India, bukan kerja sama lokal di Indonesia," tambah Sucipto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar