Sabtu, 12 April 2014

Moge Kawasaki lokal pertimbangkan ongkos produksi

Merdeka.com - Walau ada sinyal positif soal rencana rakitan moge dalam negeri, pihak dalam dari Kawasaki juga punya pertimbangan lain dalam hal ini. Optimisme tetap ada sekalipun fakta jumlah produksi mesti jadi perhatian.
Direktur PT Kawasaki Motor Indonesia Marzal Tirtadirdja selepas peresmian pabrik Ninja RR Mono dan tiga trail Kawasaki membandingkannya dengan Honda yang sudah mendominasi pasar.
"Kalau Honda, dari 8 juta (penjualan total sepeda motor), mereka sudah setengahnya sendiri. Kita itu 150.000 per tahun. Kalau jumlahnya terlalu kecil, itu ongkosnya terlalu tinggi," ujarnya.
Dengan ongkos produksi yang tinggi karena permintaan pasar yang khusus alias tidak banyak, harga motor yang dijual pun akan menjadi mahal pula.

"Jika begitu, gak bisa kita lokalin, gak bisa kita efisien. Jadi mahal kan."
Hal ini bertolak belakang dengan optimisme sebelumnya bahwa Kawasaki bukan tidak mungkin memiliki moge rakitan dalam negeri. Hal ini terutama karena pemerintah menerapkan PPnBM yang membuat pajak barang mewah seperti moge melambung.
Pemerintah sendiri dalam hal ini menerapkan peraturan tersebut karena ingin menarik para investor agar berproduksi membangun pabrik di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar